Wisuda Dan Kelulusan

25 Jan 2021 • 3 min read

Beberapa hari lalu saya akhirnya menjalani wisuda offline di kampus. Hal ini membuat saya harus ke Padang dari domisili saya di Jakarta untuk mengikuti acara tersebut, karena terlanjur bayar uang wisuda dan tidak bisa dikembalikan, dan juga orang tua saya meminta saya untuk kembali pulang ke Padang untuk beberapa waktu. Jadilah saya berangkat ke Padang pada 16 Januari 2021 (Rencananya). Tetapi karena beberapa kendala dan pengalaman saya yang baru pertama kali berangkat ke bandara Jakarta Soekarno-Hatta. Saya jadi ketinggalan pesawat 5 menit sebelum jadwal keberangkatan. Hal ini karena saya yang masih kurang paham jadwal kereta bandara.

Jadi, pesawat saya berangkat pukul 14:00. Dan saya berangkat dari kos pagi sekitar pukul 9:45. Karena saya melihat dan memesan tiket bandara melalui aplikasi KA Bandara di malam sebelumnya (saya belum memesan tiket karena saya berencana memesan pagi itu). Nahasnya jadwal kereta jam 10:00 dan 11:00 sudah tidak ada di aplikasi, adanya jadwal keberangkatan 12:45 dan tiba di bandara jam 13:30. Saya yang cukup panik dan bingung saat itu langsung memesan tiket jadwal 12:45 tersebut. Jadi saya hanya menunggu di stasiun manggarai dari jam 10:30 sampai 12:45.

Namun beruntungnya, ketika saya ke tempat checkin dan memberitahukan masalah saya. Tiket saya tidak jadi hangus dan masih bisa di reschedule. Akhirnya daripada saya membeli tiket ulang dengan harga yang mungkin bisa dikatakan sama, lebih baik saya ambil reschedule dengan biaya tambahan selisih harga tiket saya dengan harga tiket pesawat rechedulenya. Untungnya perbedaan harganya hanya Rp 100.000. Karena juga saya tidak terburu-buru jadinya jadwal keberangkatan saya di rechedule ke 17 Januari 2021. Toh, wisuda saya berlangsung tanggal 20 Januari 2021.

Tips : Jika jadwal kereta di aplikasi KA Bandara sudah tidak ada. Langsung saja ke jalur kereta bandara dan tanya ke Satpam jadwal kereta bandara yang akan berangkat. Karena di aplikasi biasanya beberapa jam sebelum jadwal kereta sudah tidak memesan lewat aplikasi, tetapi tetap bisa memesan langsung di lobby kereta bandaranya.

Kembali ke wisuda. Wisuda offline yang saya rasakan tidak terasa begitu spesial, terasa biasa-biasa saja. Karena mengikuti protocol kesehatan yang ketat dan tidak dibolehkan membawa orang tua ke acara wisuda, yang datang hanya peserta wisuda. Terasa hambar bukan ? Orang tua tidak dapat melihat anaknya secara langsung dilantik wisuda.

Saya berangkat dari rumah sendiri menggunakan motor dan meminta izin dan restu dari orang tua. Selesai acara wisuda kami langsung disuruh pulang, tidak ada selebrasi, tidak ada foto-foto. Sehabis wisuda saya duduk sebentar di dekat parkiran motor. Memikirkan wisuda ini terasa cukup aneh (walaupun ini wisuda pertama saya, hehe).

Tapi hei, wisuda hanya serangkaian ceremonial. Saya yakin dan mungkin beberapa diantara kamu juga. Bahwa yang terpenting dari menempuh kuliah bukanlah wisudanya tetapi ilmunya. Ilmu yang sudah di dapatkan di perkuliahan, apakah kamu dapat mempertanggungjawabkannya atau tidak. Jujur saja, saya tidak terlalu peduli dengan tambahan gelar di belakang saya. Ketika saya disuruh mengisikan nama untuk beberapa dokumen saya tetap mengisikan nama lengkap seperti biasanya, Wahyu Fajri Widagdo.

Start searching

Enter keywords to search articles.