Financial Planning

10 Feb 2021 • 3 min read

Yay, mungkin dari beberapa karyawan seperti saya tanggal segini sudah masuk tanggal gajian ya ? Atau harus menunggu sedikit lagi di awal bulan ?
Tanggal berapapun tidak masalah, asalkan gajiannya cair tepat waktu, bukan begitu ? Hahaha. . .
Tapi jika kita tidak mengatur baik-baik pengeluaran kita, untuk apa saja uang gaji kita pakai, bisa-bisa belum sampai tanggal gajian berikutnya kita udah nggak punya uang.

Saya sudah mencoba habit(kebiasaan) ini sejak 2019. Walaupun saat itu saya belum punya pendapatan rutin, hanya mengerjakan project-project kecil nyambi mengisi waktu luang di akhir-akhir semester perkuliahan. Dan tentu saja, tidak mudah untuk menjalankannya dengan baik. Perlu disiplin dan komitmen untuk melaksanakannya. Ketika awal-awal pun saya tidak berjalan dengan baik tapi setidaknya saya mulai membangun kebiasaan ini. Alhamdulillah, saya diterima di BTPNS Syariah Oktober 2020 lalu. Sehingga setiap gajian, saya selalu merencanakan keuangan saya, melakukan budgeting, membaginya menjadi beberapa kategori pengeluaran.

Saat ini saya melakukan pembagian budgeting menjadi 50/30/20. Apa maksud dari 50/30/20 ?
Jadi pengeluaran saya saya bagi menjadi 50% untuk kebutuhan bulanan, baik itu makan dan minum, biaya sewa kos, listrik, paket internet, transportasi, dll. Lalu, 30% saya gunakan untuk tabungan, investasi, dan dana darurat.v Nantinya 30% ini saya bagi lagi sesuai porsi masing-masing tabungan, investasi, dan dana darurat. Lalu, 20% ini bisa dibilang adalah uang nganggur. Jadi karena uang nganggur, saya bagi lagi menjadi beberapa bagian, 2.5% dari total gaji dialokasikan untuk zakat, 50% atau 100% dari yang 20% tersebut untuk hobby (kurang lebih bisa dibilang begitu), biasanya kalau saya lagi pengen ngopi atau nongkrong bareng teman, beli barang atau kebutuhan yang sebelumnya nggak kepikiran, bisa saya gunakan uang yang dari sini. Nah kalau misalnya kalau nggak kepake 100% dari yang 20% (ada sisa) saya bisa alokasikan lagi ke investasi.

Jadi kurang lebih seperti itu perencanaan keuangan saya setiap bulan atau budgeting saya. Saya tidak bilang ini adalah yang terbaik, karena nanti kembali lagi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu. “Tidak financial planning yang terbaik, adanya financial planning yang paling ideal”. Dan kata ideal tentu kembali ke individu masing-masing.

Kenapa perencanaan keuangan atau budgeting saya tiap bulan begitu sederhana ?
Kebutuhannya tidak terlalu detail padahal banyak kebutuhan yang harus terpenuhi ?
Well, saya orangnya cukup sederhana, untuk saat ini saya tidak memiliki banyak kebutuhan. Dan metode yagn saya gunakan bekerja cukup baik kepada saya 3 bulan belakangan ini.

Oh ya !! Dan satu lagi, saya seorang minimalism/minimalist atau apa orang menyebutnya. Jadi ya sebelum membeli suatu barang, saya memikirkan beberapa kali, apa benar barang ini sangat saya butuhkan atau tidak dan nantinya hanya menjadi barang rongsokan yang tidak terpakai di kos. Untuk membahas minimalist, akan aya bahas lebih lanjut di tulisan berikutnya.

Start searching

Enter keywords to search articles.